السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Alhamdulillaah akhirnya kesampaian juga keinginanku punya Blog ^___^Perkenalkan saya adalah seorang tukang masak yg hobinya dokter... *halah
Menjadi seorang dokter adalah cita2 saya sejak kecil, begitu pula dg dunia masak memasak, saya sdh tertarik mempelajarinya sejak msh SD. Karena dasarnya gembul, suka makan dan ga prnh rewel tentang makanan, jadinya suka banget ada diseputar dapur dan ruang makan hihihi...
Makanan apa saja asal enak, langsung hap hap hap masuk mulut tanpa banyak meronta. Akhirnya kalau ga ada makanan atau cemilan dirumah atau lagi pengen cemal cemil otaknya muter, buka2 kulkas, bahan yg ada diutak utek aja didapur sampai bisa dimakan. Besok paginya mamah pasti ribut, ini kentang kemana, tempe kemana, bahan2 makanannya sering lenyap tanpa jejak dari kulkas. Maap Mama, syudah masuk peyut semua... ^___^
Apalagi pas setelah menikah ternyata Mas Rudy suamiku adalah seorang penyuka masakan rumahan, jadinya semakin kerasan deh aku didapur wekekekek.... (mencari pembenaran)
Being a doctor and foodie blogger is being honest. Honest job, honest recipes, honest photos, honest story. And run both of those works are my passion
PINDANG IKAN
Ceritanya waktu masih asyik2nya menjamu makan siang teman lama yg berkunjung sambil ngobrol kangen2an kemarin, tukang ikan langgananku datang. Dia bawa ikan kembung syeger2 plus montok2. Keliatan tinggal sedikit ikannya di box, jadi langsung borong aja semua. Pas ditimbang beratnya 2 kilo lebih, alhamdulillaah lebihannya di gratisin sama Mamangnya, asyiikkk... trimakasih, sering2 ya Mang hehehe...
Karena "eman" pd kesegaran sang ikan makanya aku buat pindang saja. Secara masih capek ya kalau harus memasak ikan untuk dimakan hari itu juga (kalau pindang kan cepet masaknya tinggal rebus dan cemplang cemplung, beres... hehehe). Dari pagi sdh nguprek didapur membuat jamuan makan siang untuk tamu sambil wira wiri disambi praktek pagi, lanjut "njagongi" tamu yg akhirnya terpaksa sambil ditinggal tinggal krn mengerjakan treatment wajah beberapa klien kecantikan. Begitu selesai kok sdh terdengar adzan dhuhur, duuh cepatnya waktu berlalu... Lanjut nemuin tamu, menjamu makan siang, langsung nyambung sekalian buat pindang deh, untung tamunya sdh seperti kerabat sendiri jadi ga sungkan ngajak ngobrolnya didapur sambil buat pindang hihihi... Tuan rumahnya ndak sopan :D
Oke, back to basic, sekilas tentang perpindangan....
Pindang adalah tehnik pengawetan ikan dg cara kombinasi perebusan / pengukusan dg penggaraman.
Ikan hasil pengolahan dg cara dipindang akan mempunyai warna dan citarasa yg khas.
Yang biasanya sering diawetkan dg cara dipindang adalah ikan air laut, jenisnya bisa apa saja. Bisa cakalang, lemuru, kembung, tuna, tongkol dan lain sebagainya. Syaratnya ikan harus segar supaya tdk hancur saat proses perebusan.
Saya sendiri lebih menyukai tehnik perebusan karena lebih awet, bisa dipanasi berkali2. Lagipula menurut saya pindang akan lebih enak kalau dimakan pd keesokan harinya, semakin lama dibiarkan terendam air rebusan akan semakin bisa meresap kedlm daging ikan aroma rempahnya, jd semakin muak nyuuss rasanya...
Resep pindang yg saya buat ini adalah resep turun temurun dari nenek. Resep andalan mertuanya Mama hihihi... Pake gula digendam alias dikaramel.
Berikut ini resepnya...
PINDANG IKAN
(resep Uti Darmo)
Bahan:
~ 2 kg ikan kembung segar, buang insang dan isi perutnya, cuci bersih, tiriskan.
~ 2 sdm garam kasar
~ 3 ruas ibu jari jahe, kupas, iris tipis
~ 2 ruas ibu jari kunyit, kupas, iris tipis
~ 2 ruas lengkuas, kupas, iris tipis
~ 200 gr gula pasir
~ 1,5 liter air (atau cukup sampai ikan terendam saja)
Cara memasak:
~ Siapkan panci. Alasi dasarnya dg sebagian bumbu iris dan garam, kemudian tata ikan diatasnya, taburi lagi dg sisa bumbu iris dan garam.
~ Tuang air sampai seluruh ikan terendam. Jerang diatas api besar sampai mendidih, kemudian kecilkan apinya.
~ Sambil menunggu mendidih buat karamelnya. Caranya, taruh gula diatas penggorengan kmdn panaskan dg api kecil sampai seluruh gula meleleh. Jangan diaduk. Tuangi karamel dg sebagian kuah rebusan ikan yg sdh mendidih, masak terus sampai seluruh karamel larut.
~ Masukkan karamel kedlm rebusan ikan. Masak terus dg api kecil (tehnik shimering/mendidih pelan) tanpa diaduk sampai air agak menyusut. Dinginkan.
~ Biarkan ikan terendam dlm air rebusan semalaman, baru digoreng keesokan harinya. Digoreng dlm sdkt minyak panas sebentar saja, kalau terlalu kering daging ikan akan terasa keras.
Bila tdk habis hari itu tinggal dipanaskan saja pindangnya sampai air rebusan mendidih, kmdian dpt didiamkan kembali. Atau bisa juga ikannya ditiriskan, dipisahkan dr rempah2 dan kuahnya, kemudian disimpan didlm kulkas, tapi menurut saya ikannya jd kurang enak, bumbunya kurang terasa.
Semakin diinapkan pindang ini akan terasa semakin enak kok, percayalaah... ^__^
![]() |
| ( ini adalah penampakan si ikan setelah direbus ) |
![]() |
| ( tampilan sebelum digoreng, daging ikan jd berwarna kecoklatan ) |
![]() |
| ( taraaa.... this is it ! setelah digoreng hmmmm... ) |
Dimakan hangat-hangat dg nasi hangat pula plus sambal duh duh duh... Cukup dg sambal orek dr cabe rawit hijau yg diulek kasar bersama garam saja, kata Mas Rud sudah bisa dibuat ngabisin nasi sebakul nih pindangnya hihihi...
Tampak warna kecoklatan karena karamel yg terkena minyak panas, ditambah aroma dr rempah2 nya itu... sungguh layak anda coba..



Tidak ada komentar:
Posting Komentar